cover

Pura Batu Madeg

Pura Batu Madeg merupakan salah satu dari kelompok Pura Catur Loka Pala di Pura Agung Besakih. Di Pura Batu Madeg berstana Dewa Wisnu, lokasinya berada di sebelah utara dari Pusat Pura Agung Besakih yaitu Pura Penataran Agung Besakih. Menurut sejarah atau babad Satya Taman Bali, dahulu kala Pura Batu Madeg ini merupakan tempat yoga semadi dari leluhur yang menurunkan Trah (Keturunan) Satria Taman Bali, yang merupakan penguasa dari Kerajaan di daerah Bangli. Oleh karena itu pengempon Pura Batumadeg adalah Kabupaten Bangli.

Terdapat beberapa meru di dalam Pura Batu Madeg, yaitu:

  • Meru yang utama adalah meru tumpeng sebelas yang terletak di tengah areal Pura yang merupakan tempat berstananya Dewa Wisnu. Di dalam Meru ini terdapat menhir berupa Batu Besar yang diyakini keberadaanya sejak jaman megalitikum. Karena itulah Pura ini disebut dengan Pura Batu Madeg. Selain pelinggih utama tersebut ada beberapa meru, arca dan bangunan lainnya.
  • Meru yang berada di posisi paling utara adalah meru tempat berstananya Ida Bhatara Manik Angkeran,
  • Meru kedua dari utara merupakan tempat berstananya Ida Bhatara Manik Buncing,
  • Meru ketiga yang berada diantara pelinggih Ida Bhatara Manik Buncing dan meru tumpang sebelas adalah Palinggih Kelabang Apit yang merupakan pelinggih dasar.
  • Di sebelah selatan meru utama, terdapat meru tempat berstananya Ida Bhatara Bagus Botoh,
  • Meru paling selatan adalah tempat berstananya Ida Bhatara Manik Bungkah.

Di tengah pelataran Pura Batu Madeg, yaitu di sebelah pengaruman terdapat pelinggih lingga yoni, kemudian di bawah pohon jepun ada bebaturan (sebongkah bebatuan) pelinggih Kumpi Batur dan bebaturan Pelinggih Ratu Niang.

Selain meru terdapat juga arca yang terletak di meru utama yakni Palinggih Sangging, dan di belakang meru tersebut juga terdapat bebaturan Pelinggih Gajah Watra dan bebaturan Pasek Batu Dinding. Selain itu ada beberapa pelinggih sebagai pemujaan Pasek Gelgel, Pula Sari, Dukuh Suladri, Arya Kanuruhan, Tangkas Kori Agung, Belang Singa, Pegatepan, dan Pelinggih Tirta Arum.

Adapun piodalan di Pura Batu Madeg jatuh pada Purnama Karo dimana saat itu dilaksanakan Aci Ngebekang, kemudian manis Purnama Karo dilaksanakan Upacara Dadia Ngaturin, pada saat Tilem Kelima dilaksanakan Aci Penaung Bayu, pada saat Purnama Kalima dilaksanakan Aci Ngusabha Siram dan Aci Pengenem Sasih dilaksanakan pada Soma Umanis Tolu.

gallery-img
gallery-img
gallery-img
gallery-img
gallery-img
gallery-img